Dewa Osiris: Asal Usul, Simbol, dan Kisahnya

Dewa Osiris Mitologi Mesir Kuno

idnzero - Osiris adalah salah satu dewa yang paling terkenal dan banyak disembah di Mitologi Mesir Kuno. Dia biasanya digambarkan sebagai sosok dengan kulit hijau atau hitam, mengenakan mahkota khas Mesir yang terdiri dari tanduk dan bulan sabit. dengan cambuk dan cambuk di tangannya. Osiris diasosiasikan dengan kesuburan, akhirat, dan sungai Nil, serta diyakini sebagai penguasa dunia bawah (Duat).

Peran Osiris sebagai dewa akhirat membuatnya menjadi tokoh penting dalam praktik pemakaman Mesir Kuno. Dipercaya bahwa ketika seseorang meninggal, jiwanya akan diadili oleh Osiris dan empat puluh dua hakimnya di Aula Ma'at. Jika hati orang tersebut dinyatakan murni, mereka akan diberikan kehidupan abadi di akhirat. 

Kepercayaan tersebut, tercermin dalam ritual pemakaman yang rumit ataupun dekorasi makam masyarakat Mesir masa lampau. Dalam artikel ini, akan dibahas secara lengkap tentang Dewa Osiris dan menjelaskan siapa dia, bagaimana dia dihormati dalam budaya Mesir Kuno, dan kisahnya yang memengaruhi kebudayaan Mesir hingga saat ini.

{getToc} $title={Table of Contents}

Dewa Osiris

Nama MakhlukOsiris | wsjr | Asar | Asari | Aser | Ausar | Ausare | Ausir | Usir | Usire | Wesir
MitologiMesir Kuno
Jenis KelaminLaki-Laki
PenguasaKematian, Kesuburan, Dunia Bawah, dan Sungai Nil
SimbolGada dan Cambuk, Pilar Djed, Warna Hijau, Mahkota Atef, Mata Horus, dan Ankh
Hewan Suci-
PasanganIsis
AnakHorus dan Anubis
Orang TuaGeb dan Nun
SaudaraIsis, Seth, Nephthys, dan Heru-ur

#1. Asal Usul

Asal Usul Dewa Osiris

Asal-usul Dewa Osiris dapat ditelusuri kembali ke periode Dinasti Awal Mesir Kuno, sekitar 3000 SM. Sejarah dari namanya berasal dari kata "wsjr" dalam bahasa Mesir Kuno, yang berarti "yang berkuasa", dan ia sering disebut sebagai "Penguasa Dunia Bawah" dan "Raja Orang Mati".

Penggambaran Osiris yang paling awal menunjukkan dia sebagai dewa kesuburan yang terkait dengan banjir tahunan Sungai Nil. Seiring berjalannya waktu, ia kemudian dikaitkan dengan kematian dan alam baka, sehingga kisah mitologinya pun semakin kompleks. Menurut mitologi, Osiris lahir dari dewa Geb dan Nut, kemudian menikah dengan saudara perempuannya, Isis. Dia digambarkan sebagai pria berkulit hijau, sering mengenakan hiasan kepala firaun dan membawa cambuk.

Pemujaan terhadapnya melibatkan berbagai ritual dan praktik, terutama terkait dengan kematian dan kehidupan setelah mati. Salah satu kisah paling terkenal tentang Osiris adalah kematian dan kebangkitannya. Menurut legenda, Osiris dibunuh oleh saudaranya yang iri hati, Seth, dan tubuhnya dipotong-potong dan disebar ke seluruh Mesir. Namun, Isis, istri Osiris, berhasil mengumpulkan potongan tubuhnya dan menghidupkannya kembali dengan bantuan dewa Anubis. 

Setelah hidup kembali, Dewa Osiris menjadi penguasa alam baka dan hakim bagi orang mati. Pemujaan terhadap Osiris sangat penting dalam keagamaan Mesir Kuno. Kuil-kuil yang didedikasikan untuknya dibangun di seluruh negeri, dan pemujaannya terkait erat dengan banjir tahunan Sungai Nil. Kultus Osiris juga memainkan peran penting dalam praktik pemakaman Mesir Kuno, karena diyakini bahwa Osiris akan menghakimi jiwa-jiwa orang mati di alam baka. 

Seiring berjalannya waktu, kisah mitologi Dewa Osiris menjadi semakin kompleks dan berkembang. Beragam dewa baru ditambahkan ke dalam cerita, sehingga Osiris menjadi terkait dengan berbagai aspek agama dan mitologi Mesir. Hingga saat ini, kisah Dewa Osiris tetap menjadi salah satu mitos Mesir Kuno yang paling populer, dan pengaruhnya masih dapat dilihat dalam seni, sastra, dan budaya populer di seluruh dunia.

#2. Simbol

Simbolisme Dewa Osiris dalam seni dan ikonografi Mesir Kuno memiliki banyak sisi serta berevolusi dari waktu ke waktu. Salah satu simbol yang paling dikenal yang terkait dengan Osiris adalah cambuk dan cambuk, yang merupakan alat yang digunakan oleh para gembala Mesir untuk merawat kawanan ternak mereka. 

Berbagai simbol ini juga dikaitkan dengan peran Osiris sebagai penguasa dan hakim di akhirat, yang merepresentasikan otoritas dan kekuatannya. Berikut ini adalah daftar simbol yang diasosiasikan dengan Dewa Osiris dalam mitologi Mesir Kuno:

  • Gada dan Cambuk - Ini adalah alat yang digunakan oleh para gembala di Mesir Kuno dan merupakan simbol kekuatan dan otoritas Dewa Osiris sebagai penguasa dan hakim di akhirat.
  • Pilar Djed - Ini adalah simbol stabilitas dan mewakili tulang punggung Osiris. Hal ini sering digambarkan dalam dekorasi makam dan seni pemakaman.
  • Warna Hijau - Osiris sering digambarkan dengan kulit hijau atau mengenakan pakaian hijau, karena warna hijau dikaitkan dengan kesuburan dan regenerasi. Warna ini juga dikaitkan dengan banjir tahunan Sungai Nil, yang dipandang sebagai simbol kebangkitan Osiris dan pembaharuan kehidupan.
  • Mahkota Atef - Ini adalah kombinasi dari mahkota putih Mesir Hulu dan bulu-bulu dewi Ma'at. Mahkota ini dikenakan oleh Osiris dan mewakili kekuasaannya atas akhirat.
  • Mata Horus - Simbol ini mewakili mata dewa elang Horus dan kadang-kadang dikaitkan dengan Osiris. Mata ini diyakini telah dicabik-cabik dan kemudian dipulihkan oleh dewa Thoth, dan juga dikaitkan dengan penyembuhan dan perlindungan.
  • Ankh - Ankh merupakan simbol kehidupan dan sering digambarkan di tangan Osiris. Simbol Ankh diyakini memiliki kekuatan untuk memberikan kehidupan dan terkait erat dengan akhirat dan kebangkitan.

Simbol-simbol di atas ini penting dalam pemujaan Dewa Osiris, karena digunakan dalam upacara keagamaan, dekorasi makam, dan seni pemakaman di sepanjang sejarah Mesir Kuno.

#3. Penampilan

Penampilan Dewa Osiris

Dalam seni Mesir Kuno, Dewa Osiris biasanya digambarkan sebagai seorang pria mumi dengan kulit hijau atau hitam, mengenakan hiasan kepala firaun yang dikenal sebagai mahkota atef. Mahkota tersebut terdiri dari mahkota putih tinggi yang diatapi dua bulu burung unta dan cakram matahari, melambangkan kekuasaan Osiris atas akhirat dan hubungannya dengan matahari maupun langit. 

Selain itu, Dewa Osiris terkadang digambarkan mengenakan jenggot palsu. Bulu-bulu di atas mahkota melambangkan dewi Ma'at yang diasosiasikan dengan kebenaran dan keadilan, sedangkan jenggot palsu adalah simbol keilahian yang sering dipakai oleh firaun dan dewa dalam seni Mesir. 

Osiris juga digambarkan memegang cambuk dan gada sebagai simbol kekuatan, otoritas, dan perannya sebagai gembala ataupun pelindung rakyatnya. Tak hanya itu saja, pilar djed juga muncul dalam beberapa penggambaran Osiris sebagai simbol stabilitas dan kebangkitannya serta perannya dalam memperbaharui kehidupan di akhirat.

#4. Peran dalam Mitologi Mesir

Dewa Pemandu Kematian

Peran Dewa Osiris dalam Mitologi Mesir

Dalam Mitologi Mesir Kuno, Osiris memainkan peran sentral dalam kepercayaan tentang akhirat. Dia dipandang sebagai dewa orang mati dan penguasa dunia bawah, dan mitosnya terkait erat dengan gagasan tentang kematian, kebangkitan, dan kehidupan abadi.

Menurut mitos, Dewa Osiris dibunuh oleh saudaranya yang cemburu, Set, yang memotong-motong tubuhnya dan menyebarkan potongan-potongan itu ke seluruh Mesir. Istri Osiris, Isis, mengumpulkan potongan-potongan itu dan menyusun kembali tubuhnya, menggunakan sihirnya untuk menghidupkannya kembali. Mitos ini menjadi simbol kebangkitan dan kehidupan abadi, dan diyakini bahwa mereka yang menjalani kehidupan yang berbudi luhur dapat mengharapkan nasib yang sama di akhirat.

Salah satu kepercayaan utama dalam agama Mesir Kuno adalah konsep "ka", atau kekuatan hidup, yang diyakini terus berlanjut setelah kematian. Untuk memastikan kehidupan akhirat yang sukses, tubuh almarhum harus diawetkan melalui proses mumifikasi, yang melibatkan pengangkatan organ dalam dan mengeringkan tubuh dengan natron. Hal ini mengawetkan wadah fisik yang diyakini akan ditinggali oleh ka di akhirat.

Dewa Osiris juga dikaitkan dengan upacara "penimbangan jantung", yang diyakini berlangsung di akhirat. Dalam upacara ini, jantung almarhum ditimbang dengan bulu Ma'at, dewi kebenaran dan keadilan. Jika jantungnya lebih berat daripada bulu, diyakini bahwa orang tersebut tidak menjalani kehidupan yang saleh serta akan dikutuk ke dalam hukuman abadi.

Agrikultur

Pada Mitologi Mesir Kuno, Dewa Osiris juga dikaitkan dengan kesuburan dan pertanian. Dia dipandang sebagai dewa tumbuh-tumbuhan, pertumbuhan, dan pembaharuan, dan perannya dalam praktik pertanian sangat penting bagi kelangsungan hidup rakyat Mesir.

Menurut mitos, Dewa Osiris diyakini telah membawa peradaban ke Mesir dengan mengajarkan orang-orang cara bercocok tanam, mengairi ladang, dan membangun kota. Perannya sebagai dewa tumbuh-tumbuhan dikaitkan dengan banjir tahunan Sungai Nil, yang membawa tanah yang kaya nutrisi ke ladang, sehingga memungkinkan tanaman untuk tumbuh. Siklus alam ini dipandang sebagai simbol kelahiran kembali dan pembaruan, serta diyakini bahwa Osiris memainkan peran kunci dalam memastikan keberhasilan panen.

Pemujaan terhadap Osiris sangat erat kaitannya dengan praktik pertanian, dan banyak festival serta ritual yang diadakan untuk menghormatinya sepanjang tahun. Ini termasuk Festival Osiris di Abydos, yang dirayakan pada bulan Khoiak dan melibatkan peragaan ulang kematian dan kebangkitan Osiris, serta Pesta Reuni yang Indah, yang diadakan pada bulan Hathor dan merayakan persatuan Osiris dengan istrinya, Isis.

Citra yang terkait dengan Dewa Osiris juga mencerminkan perannya sebagai dewa tumbuh-tumbuhan dan kesuburan. Dia sering digambarkan sebagai sosok mumi, dengan kulit hijau yang melambangkan hubungannya dengan tumbuh-tumbuhan dan dunia bawah. Dia juga terkadang ditampilkan memegang cangkul dan cambuk, yang merupakan alat yang digunakan dalam pertanian, sehingga melambangkan perannya sebagai pelindung dan penyedia bagi rakyat Mesir.

Pertarungan dengan Seth 

Mitos Dewa Osiris dan Dewa Seth adalah salah satu kisah paling penting dan terkenal dalam mitologi Mesir Kuno, bercerita tentang perjuangan antara dua bersaudara, Osiris dan Set, untuk memperebutkan kekuasaan serta kendali atas Mesir. Menurut mitologi, Osiris adalah saudara yang lebih tua, dipandang sebagai penguasa yang bijaksana dan adil yang membawa peradaban serta ketertiban ke dunia. 

Sementara itu, Set cemburu akan kekuasaan Osiris dan memutuskan untuk membunuhnya. Dia menipu Osiris untuk masuk ke dalam peti yang dihias dengan indah, kemudian menutupnya rapat dan membuangnya ke Sungai Nil. Peti tersebut akhirnya terdampar di pantai Byblos, di Lebanon modern, di mana peti itu ditemukan oleh raja setempat. Sang raja terkesan dengan keindahan peti tersebut dan memutuskan untuk menjadikannya sebagai bagian dari istananya. Ketika Isis, istri Osiris, mendengar hal ini, ia pergi ke Byblos untuk mengambil peti tersebut dan membawa jasad Osiris kembali ke Mesir.

Setelah dia kembali ke Mesir dengan membawa tubuh Osiris, dia dengan saudara perempuannya, Nephthys, bekerja sama untuk merakitnya kembali. Mereka berhasil menghidupkan kembali Osiris dengan menggunakan sihir, namun dia tidak lagi sepenuhnya hidup dan malah berubah menjadi dewa akhirat. Dewa Seth sangat marah ketika mengetahui bahwa Osiris telah dihidupkan kembali, dan dia menyerangnya lagi. Dalam sebuah pertempuran sengit, Set membunuh Osiris sekali lagi dan memotong-motong tubuhnya menjadi beberapa bagian, menyebarkannya ke seluruh Mesir.

Isis dan Nephthys sekali lagi berangkat untuk mengambil tubuh Osiris, dan mereka akhirnya dapat menemukan semua potongan tubuh Osiris dan mengumpulkannya kembali. Dengan bantuan dewa Thoth, mereka dapat menghidupkan Osiris kembali. Osiris menjadi dewa akhirat dan menghakimi jiwa-jiwa orang mati, menentukan apakah mereka layak mendapatkan kehidupan abadi di Padang Alang-alang. Pemujaannya tersebar luas di seluruh Mesir karena kekuasaannya yang sangat kuat. 

Sementara Set, dipandang sebagai kekuatan jahat dan merusak, sering digambarkan sebagai penjahat dalam mitologi Mesir. Perjuangan antara Osiris dan Set menjadi tema sentral dalam agama Mesir, mencerminkan perjuangan antara keteraturan dan kekacauan di dunia. Mitos Osiris dan Set memiliki dampak mendalam pada agama dan budaya Mesir, mengilhami banyak karya seni maupun sastra. Tema-tema kehidupan, kematian, dan kebangkitannya terus beresonansi dengan orang-orang saat ini. 

Dewa Osiris juga dikaitkan dengan kesuburan dan regenerasi serta dipercaya mengendalikan banjir tahunan Sungai Nil. Gambarnya digunakan dalam upacara keagamaan, dekorasi makam, ataupun seni pemakaman Mesir. Pengaruhnya masih dapat dilihat dalam seni serta budaya populer saat ini.

#5. Pemujaan

Penyembahan Dewa Osiris merupakan bagian penting dari Mitologi Mesir Kuno, dan pemujaannya tersebar luas di seluruh negeri. Dia adalah salah satu dewa yang paling populer dan disembah secara luas di Mesir, dan pengaruhnya masih dapat dilihat dalam seni dan budaya populer saat ini.

Mitologi Mesir Kuno memiliki banyak praktik dan ritual, di mana banyak di antaranya berkaitan dengan kematian dan kehidupan setelah kematian. Praktik-praktik ini meliputi mumifikasi, upacara pemakaman, dan pemberian persembahan kepada para dewa dalam bentuk makanan, minuman, dan benda lainnya. Festival paling penting yang terkait dengan dewa Osiris adalah Misteri Osiris, yang dirayakan setiap tahun di seluruh kota Mesir. 

Festival ini dirayakan untuk memperingati kematian dan kebangkitan Osiris dan melibatkan banyak ritual dan upacara, termasuk pementasan mitos Osiris dan Set. Festival ini biasanya diadakan di kota Abydos, yang dianggap sebagai tempat pemakaman Osiris. Konon, tubuh Osiris dikuburkan di sana, dan para pendeta bisa menghubungi rohnya melalui ritual khusus. Acara ini diadakan selama beberapa hari dan termasuk berbagai upacara dan ritual. Namun, rincian ritual ini dirahasiakan oleh para pendeta yang melaksanakannya. 

Yang pasti, ritual ini melibatkan pementasan mitos Osiris dan Set serta persembahan kepada para dewa dalam bentuk makanan, minuman, dan benda lainnya. Salah satu upacara terpenting dalam festival ini adalah "Pembukaan Mulut" yang dipercaya bisa menghidupkan kembali kemampuan berbicara orang yang sudah meninggal. Upacara ini dilakukan di atas patung Osiris yang dibawa dalam sebuah prosesi di jalan-jalan Abydos.

Kuil-kuil yang didedikasikan untuk Dewa Osiris ditemukan di seluruh Mesir, dengan beberapa yang paling terkenal terletak di Abydos, Busiris, dan Philae. Kuil-kuil ini sering menjadi tempat upacara dan festival yang rumit, dan berfungsi sebagai pusat kegiatan keagamaan dan ziarah yang penting.

Selain perannya sebagai dewa akhirat, Osiris juga dikaitkan dengan kesuburan dan regenerasi. Dia dipercaya mengendalikan banjir tahunan Sungai Nil, yang dipandang sebagai simbol kebangkitannya dan pembaharuan kehidupan. Hal ini membuatnya menjadi dewa yang kuat dan penting dalam pertanian dan masyarakat Mesir.

Kesimpulan

Secara kesulurahan, Osiris merupakan tokoh sentral dalam agama dan mitologi Mesir Kuno, yang berfungsi sebagai simbol kebangkitan dan kehidupan abadi. Dia dikaitkan dengan kesuburan dan regenerasi, serta kematian dan akhirat. Pemujaan terhadap Dewa Osiris tersebar luas di seluruh Mesir, dengan kuil-kuil dan festival yang didedikasikan untuk sang dewa yang ditemukan di seluruh negeri.

Popularitas dan pengaruhnya masih dapat dilihat hingga saat ini dalam seni, sastra, dan mitologi Mesir dan sekitarnya. Dengan hal itu, membuatnya menjadi simbol budaya dan spiritualitas Mesir Kuno yang abadi.

PENUTUP

Nah, itulah penjelasan lengkap tentang makhluk Mitologi Mesir Osiris: Asal Usul, Simbol, dan Kisahnya dari Mitologi Mesir. Semoga bermanfaat dan bisa menambah wawasan sedulur. Purnaning Atur Matur Nuwun #CMIIW #UPGRADEYOURKNOWLEDGE

xclnoob NET

Meet me xclnoob NET, a mere mortal who happens to be a writer and illustrator. I channeled my thoughts and feelings into the words of my writing with passion and a sense of creativity.

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak