Kota Pompeii: Sejarah, Kehancuran, dan Arstitekstur Romawi Kuno

Kota Pompeii

idnzero - Pompeii adalah nama sebuah kota Romawi Kuno, terletak di daerah Napoli, Italia Selatan. Pada masa jayanya, kota ini merupakan pusat komersial dan budaya yang berkembang pesat, dengan populasi sekitar 11.000 orang. Namun, pada tanggal 24 Agustus 79 Masehi, letusan Gunung Vesuvius, yang terletak di dekat Pompeii, menyelimuti kota dan penduduknya dengan lapisan abu dan batu apung tebal. Letusannya terjadi secara tiba-tiba dan dahsyat, mengawetkan daerah ini selama hampir 2.000 tahun.

Kota Kuno Pompeii dinamai sesuai dengan nama aslinya yaitu Oscan, namun tidak diketahui secara pasti. Nama Latin untuk kota ini adalah Pompeii, merupakan nama yang dikenal sekarang. Asal usul nama Latin juga tidak diketahui secara pasti, tetapi mungkin berasal dari kata "pompe" yang berarti "prosesi" dalam bahasa Latin. Hal ini karena dikenal dengan prosesi religiusnya, yang merupakan ciri khas kehidupan di Kota Pompeii.

Reruntuhan Pompeii yang terawat dengan baik menawarkan kisah menarik masa lalu, memberikan gambaran tentang penduduk, adat istiadat, dan kepercayaan kota ini. Pengunjung dapat menjelajahi segala sesuatu mulai dari vila-vila megah milik warga kaya hingga rumah-rumah sederhana milik warga biasa, serta kuil-kuil, pemandian umum, dan amfiteater di Kota Pompeii.

{getToc} $title={Table of Contents}

Kota Pompeii

Dibangun7-6 SM
LokasiPompei, Napoli, Campania, Italia
JenisHunian

#1. Sejarah

Sejarah Kota Pompeii

Asal-usul Pompeii masih diselimuti misteri, tetapi diyakini bahwa daerah tersebut didirikan oleh Bangsa Oscans, berasal dari Italia Kuno, pada abad ke-8 SM. Kota ini memiliki lokasi yang strategis, karena di dekat muara Sungai Sarno. Hal tersebut menjadikannya pusat perdagangan untuk berbagai macam barang dari koloni Yunani di Italia Selatan.

Pada abad ke-4 SM, Pompeii berada di bawah kendali Bangsa Samnite, suku bangsa Italia lainnya. Bangsa Samnite menggunakan kota ini sebagai pangkalan untuk kampanye militer melawan Romawi. Akan tetapi, pada tahun 80 SM, Pompeii ditaklukkan oleh jenderal Romawi, Sulla, dan menjadi koloni dari Romawi. Hal ini menandai dimulainya era baru pertumbuhan dan kemakmuran bagi tanah ini, karena Pompeii diuntungkan oleh ikatan ekonomi dan budaya yang datang sebagai bagian dari Kekaisaran Romawi. Oleh karena itu, akhirnya menjadi salah satu kota yang paling makmur dan penting secara budaya di Kekaisaran Romawi.

Di bawah kekuasaan Romawi, Pompeii berkembang sebagai pusat perdagangan dan perniagaan. Lokasi kota yang strategis, ditambah lahan pertanian subur, menjadikannya tempat ideal untuk menanam dan mengekspor barang-barang seperti anggur, minyak zaitun, dan garum. Kota ini juga memiliki industri tekstil yang berkembang pesat, memproduksi kain dan pakaian berkualitas tinggi, sangat dihargai di seluruh kekaisaran.

Pertumbuhan Pompeii sangat meningkat, kota ini juga menjadi pusat kegiatan budaya dan seni. Berperan sebagai rumah bagi sejumlah warga kaya dan berpengaruh, banyak di antaranya memesan karya seni dan arsitektur yang indah untuk menghiasi rumah dan ruang publik mereka. Pompeii secara khusus dikenal dengan lukisan dindingnya masyur, yang menggambarkan adegan-adegan dari kehidupan sehari-hari, serta tema-tema mitologis dan religius.

Terlepas dari kemakmurannya, Pompeii ternyata tidak kebal terhadap gejolak politik dan sosial yang menjadi ciri khas dari Kekaisaran Romawi. Daerah ini dipengaruhi oleh sejumlah konflik dan perebutan kekuasaan, baik di dalam kota maupun antara Roma dan negara-negara tetangga lainnya. Beragam konflik ini memuncak pada letusan Gunung Vesuvius pada tahun 79 Masehi.

#2. Seni dan Arsitektur

Seni dan Arsitektur Kota Pompeii

Arsitektur Pompeii memberikan jendela yang menarik ke dalam kehidupan dan budaya dunia Romawi Kuno. Kota ini merupakan rumah bagi berbagai macam bangunan, termasuk rumah pribadi, bangunan umum, dan pemandian umum. Salah satu fitur paling mencolok dari arsitektur Pompeii ialah penggunaan mosaik dan lukisan dinding yang berwarna-warni. Komposisi ini menghiasi segala sesuatu mulai dari lantai dan dinding hingga langit-langit dan bahkan halaman luar ruangan.

Lukisan dinding Pompeii sangat beragam, mulai dari pola geometris sederhana dan desain abstrak. Menggambarkan ritual misterius yang diduga terkait dengan pemujaan Dewa Dionysus. Ditambahi adegan-adegan kompleks dan sangat realistis dari kehidupan sehari-hari. Banyak dari lukisan dinding ini digunakan untuk menghiasi dinding rumah pribadi, dan sering menggambarkan pemandangan dari mitologi atau kehidupan sehari-hari, seperti taman, hewan, dan komposisi benda mati.

Salah satu contoh lukisan dinding Pompeian yang paling terkenal adalah Villa of the Mysteries, menampilkan serangkaian lukisan penuh warna yang menggambarkan upacara keagamaan misterius. Lukisan dinding ini terkenal karena kualitas dan detailnya yang luar biasa, serta kemampuannya untuk menyampaikan rasa emosi dan drama.

Rumah pribadi di Pompeii umumnya dirancang di sekitar halaman tengah, yang digunakan untuk bersosialisasi, memasak, dan kegiatan domestik lainnya. Rumah-rumah ini sering kali memiliki area terpisah untuk tuan rumah, maupun kamar tambahan untuk anggota keluarga dan pelayan. Bangunan tersebut juga diperindah dengan lukisan dinding dan mosaik yang menakjubkan. Biasanya hiasan tersebut menggambarkan kisah dari Mitologi sampai kehidupan sehari-hari di Pompeii.

Tak hanya itu, bangunann publik di Pompeii juga tak kalah mengesankan. Mereka juga dipenuhi interior dan halaman depan yang megah. Salah satu bangunan publik paling terkenal di Pompeii yaitu amfiteater, dapat menampung lebih dari 20.000 penonton untuk pertandingan gladiator dan acara lainnya. Bangunan publik terkenal lainnya termasuk Kuil Jupiter, Forum, dan Basilika, yang berfungsi sebagai kombinasi pasar, pengadilan, dan aula pertemuan.

Amfiteater Pompeii

Pembangunan amfiteater di Pompeii menggambarkan bukti dari teknik dan konstruksi yang canggih dari bangsa Romawi Kuno. Strukturnya dibangun dengan menggunakan kombinasi batu vulkanik lokal, batu bata, dan tufa. Area tempat duduk juga didukung oleh sistem kubah dan lengkungan, mungkin untuk mendistribusikan berat struktur secara merata dan mencegah keruntuhan.

Pompeii juga merupakan rumah bagi sejumlah pemandian umum, yang merupakan bagian penting dari kehidupan sehari-hari di Roma Kuno. Pemandian ini biasanya dibagi menjadi beberapa bagian terpisah untuk pria dan wanita, dengan ruangan yang berbeda untuk mandi, bersantai, dan berolahraga. Pemandian-pemandian ini sering kali dihiasi dengan mosaik dan lukisan dinding yang rumit, dan beberapa di antaranya bahkan memiliki lantai berpemanas.

Selain arsitekturnya, Pompeii juga dikenal dengan koleksi seni dan artefak yang mengesankan. Reruntuhan kota ini telah menghasilkan ribuan artefak, termasuk tembikar, perhiasan, dan barang-barang rumah tangga. Artefak penting lainnya dari Pompeii termasuk banyak patung dan patung yang telah ditemukan di seluruh kota. Patung-patung ini berkisar dari penggambaran dewa dan dewi hingga potret warga biasa. Monumen tersebut menawarkan sekilas pandang yang menarik ke dalam cita rasa artistik dan budaya Romawi Kuno.

Secara keseluruhan, arsitektur, seni, dan artefak Kota Pompeii memberikan wawasan yang luas dan menarik ke dalam kehidupan dan budaya dunia Romawi Kuno. Reruntuhan kota ini merupakan bukti kecerdikan dan kreativitas orang-orang yang tinggal di sana, dan terus menginspirasi dan memikat orang-orang di seluruh dunia.

#3. Kehidupan Sosial dan Budaya

Kehidupan Sosial dan Budaya Kota Pompeii

Pada puncak kejayaannya, kota ini memiliki populasi sekitar 11.000 jiwa dan menjadi pusat komersial dan budaya yang ramai. Reruntuhan kota yang telah digali menawarkan jendela unik ke dalam kehidupan sehari-hari dan budaya Romawi Kuno, memberikan sekilas pandang tentang dunia masa lalu.

Salah satu aspek yang paling mencolok dari kehidupan sehari-hari di Pompeii ialah perbedaan yang mencolok antara gaya hidup orang kaya dan orang miskin. Kota ini merupakan rumah bagi vila-vila mewah dan bangunan-bangunan publik megah, yang dimiliki oleh para warga kelas atas. Orang kaya ini menikmati gaya hidup mewah, lengkap dengan pesta mewah, hiburan, dan bahkan pemandian pribadi. Di sisi lain, sebagian besar penduduk kota ini adalah orang miskin, tinggal di rumah-rumah sederhana atau bahkan perkampungan kumuh di luar tembok kota.

Terlepas dari perbedaan ini, ada beberapa praktik budaya tertentu yang dimiliki oleh semua kelas sosial di Pompeii. Sebagai contoh, penduduknya sangat menyukai seni, dengan banyak warga kaya yang memesan lukisan dan patung indah untuk menghiasi rumah mereka. Kota ini juga memiliki dunia teater yang berkembang pesat, sempat menjadi tuan rumah pertunjukan drama dan pertunjukan lainnya.

Selain itu, Agama merupakan aspek penting lainnya dalam kehidupan sehari-hari di Pompeii, seperti halnya di seluruh Kekaisaran Romawi. Daerah ini merupakan rumah bagi banyak kuil yang didedikasikan untuk berbagai dewa dan dewi, salah satunya ialah Kuil Jupiter, terletak di forum kota. Penduduk tanah ini juga terlibat dalam berbagai praktik keagamaan, seperti persembahan kepada para dewa dan festival publik.

Dalam hal kegiatan sehari-hari, penduduk Pompeii terlibat dalam berbagai macam kegiatan. Banyak yang terlibat dalam perdagangan, dengan kota ini berfungsi sebagai pusat penting untuk barang-barang yang diangkut melintasi Mediterania. Pertanian juga sangat maju, karena memiliki tanah subur sehingga memberikan banyak kesempatan untuk bercocok tanam. Berikutnya, pemandian umum di kota Pompeii merupakan pusat sosial populer, karena menawarkan penduduk tempat untuk bersantai dan bersosialisasi.

Akan tetapi, kehidupan sehari-hari di Pompeii tiba-tiba dihentikan oleh letusan Gunung Vesuvius pada tahun 79 Masehi. Bencana ini mengubur kota dan penduduknya di bawah lapisan abu dan batu apung, yang secara efektif membekukan kota pada waktunya. Meskipun, penggalian kota selama berabad-abad sejak penemuannya kembali telah memungkinkan kita untuk mendapatkan pemahaman yang banyak akan kehidupan sehari-hari dan budaya kota Romawi Kuno ini. Pada era ini, Pompeii berdiri sebagai bukti kecerdikan, kreativitas, dan ketangguhan penduduk masa lampau. 

#4. Kehancuran

Kehancuran Kota Pompeii

Kehancuran Kota Pompeii disebabkan karena letusan Gunung Vesuvius pada tahun 79 Masehi. Pada tanggal 24 Agustus 79 Masehi, Gunung Vesuvius yang sangat lama tidak aktif tiba-tiba meletus dalam peristiwa bencana alam paling dahsyat dalam sejarah manusia. Letusan tersebut mengirimkan awan abu dan puing-puing vulkanik yang membumbung tinggi ke angkasa. Hal itu, membuat daerah sekitarnya menjadi gelap gulita dan menyebabkan kepanikan yang meluas di antara penduduk Pompeii dan kota-kota di sekitarnya.

Bencana ini dapat ditelusuri kembali pada kekuatan geologis yang menciptakan gunung berapi, diperkirakan mulai terbentuk sekitar 25.000 tahun lalu. Gunung berapi ini terus membesar dan menjadi semakin aktif dari waktu ke waktu, dengan berbagai letusan yang terjadi sepanjang sejarahnya.

Saat letusan berlangsung, kota Pompeii diselimuti oleh lapisan abu vulkanik dan batu apung tebal dapat mengeras dengan cepat. Peristiwa letusan ini juga menghasilkan serangkaian aliran piroklastik, yang merupakan awan gas, abu, dan batu super panas yang mengalir menuruni lereng gunung berapi. Aliran ini menelan kota, menewaskan banyak penduduknya dan mengubur tubuh mereka di bawah lapisan abu dan reruntuhan.

Letusan Gunung Vesuvius memiliki dampak besar terhadap Kota Pompeii, membuat kota ini terkubur dan hilang selama berabad-abad. Baru pada abad ke-18, reruntuhan Kota Pompeii ditemukan, dan penggalian pun dimulai dengan sungguh-sungguh. Saat ini, sisa-sisa Pompeii memberikan jendela yang menarik ke dalam kehidupan sehari-hari dan budaya dunia Romawi Kuno. Selain itu, menjadikan kisah mengerikan tentang kekuatan dan ketidakpastian alam.

Letusan Gunung Vesuvius juga memiliki dampak yang besar pada wilayah sekitarnya. Selain Pompeii, sejumlah kota dan desa di sekitarnya terkubur di bawah abu dan puing-puing, dan banyak penduduknya tewas atau terpaksa mengungsi. Letusan ini juga memiliki dampak yang signifikan di seluruh Kekaisaran Romawi. Sebab, mengganggu perdagangan dan perdagangan serta menyebabkan pergolakan sosial dan ekonomi yang meluas.

Terlepas dari tragedi letusan tersebut, reruntuhan Pompeii telah menjadi tujuan wisata yang populer dan sumber inspirasi bagi para seniman dan penulis sepanjang sejarah. Nasib naas yang dialami Kota Pompeii, banyak diabadikan dalam berbagai karya seni ataupun sastra, dan terus memikat imajinasi orang-orang di seluruh dunia. 

#5. Legenda

Kota Pompeii ternyata menyimpan berbagai kisah legenda atau mitos yang telah diwariskan selama berabad-abad. Di bawah ini adalah daftar legenda yang dipercaya dan paling terkenal dari kota hilang ini: 

  • Kutukan Pompeii: Menurut legenda, seorang pendeta wanita mengutuk kota Pompeii setelah dihina oleh seorang tentara Romawi. Kutukan tersebut dikatakan bertanggung jawab atas kehancuran kota tersebut akibat letusan Gunung Vesuvius. Akan tetapi, tidak ada bukti jelas tentang mitos ini, dan kemungkinan besar letusan tersebut hanyalah bencana alam.
  • Hantu Pompeii: Beberapa orang percaya bahwa reruntuhan Pompeii dihantui oleh hantu-hantu mantan penghuninya. Para pengunjung situs ini telah melaporkan penampakan aneh dan fenomena yang tidak dapat dijelaskan, seperti sosok bayangan dan suara-suara tanpa tubuh. Namun, tidak ada bukti ilmiah yang mendukung keberadaan hantu.
  • Misteri Barak Para Gladiator: Pada tahun 2017, para arkeolog menemukan sisa-sisa sekelompok gladiator di sebuah bangunan di luar tembok kota Pompeii. Bangunan ini diperkirakan merupakan tempat latihan para gladiator, tetapi tidak jelas mengapa mereka berada di sana pada saat letusan. Beberapa orang berspekulasi bahwa mereka berada di sana untuk berpartisipasi dalam sebuah kompetisi atau dihukum karena melakukan pemberontakan.
  • Kota Pompeii yang tersembunyi: Menurut beberapa legenda, ada sebuah kota tersembunyi di bawah reruntuhan Pompeii yang belum ditemukan. Kota ini dikatakan mengandung harta karun, artefak, dan rahasia lainnya yang telah hilang selama berabad-abad. Meskipun mungkin ada area yang belum ditemukan di Pompeii, tidak ada bukti mengenai keberadaan kota tersembunyi.
  • Kutukan Mumi: Pada akhir abad ke-19, sebuah mumi ditemukan di Pompeii yang dipercaya telah terkutuk. Legenda mengatakan bahwa siapa pun yang mengganggu mumi tersebut akan mengalami kemalangan dan nasib buruk. Namun, kutukan tersebut kemungkinan besar hanya rekayasa yang dibuat oleh para arkeolog karena menemukan mumi tersebut untuk menarik perhatian pada penemuan mereka.

Meskipun legenda diatas sangat menarik, tetapi perlu diingat bahwa mereka hanyalah cerita. Sejarah Pompeii yang sebenarnya sudah cukup luar biasa dengan sendirinya, tanpa perlu dibumbui ataupun dibuat-buat. 

Fakta Menarik Kota Pompeii

Dikenal sebagai kota yang hilang, Pompeii memiliki pengaruh besar dalam budaya populer. Hal apa saja yang kalian ketahui tentang kota satu ini? Berikut adalah sepuluh fakta menarik tentang Kota Pompeii:

  • Usia: Pompeii didirikan pada abad ke-7 atau ke-6 SM dan dihancurkan oleh letusan Gunung Vesuvius pada tahun 79 Masehi.
  • Hilang: Letusan Gunung Vesuvius mengubur kota ini dalam abu dan batu apung setinggi beberapa meter, yang mengawetkan bangunan dan artefak selama hampir 1.700 tahun.
  • Penemuan Kembali: Pompeii ditemukan kembali pada tahun 1748 saat pembangunan istana musim panas untuk Raja Charles III dari Spanyol.
  • Ukuran: Kota kuno Pompeii meliputi area seluas 66 hektar, dan merupakan rumah bagi sekitar 11.000 orang.
  • Bangunan: Kota ini memiliki banyak bangunan publik, termasuk kuil, pasar, pemandian, dan teater, serta tempat tinggal pribadi.
  • Artefak: Penggalian di Pompeii telah menemukan sejumlah artefak yang luar biasa, termasuk mosaik, lukisan dinding, perhiasan, dan bahkan makanan.
  • Lukisan Romawi: Pompeii memiliki beberapa koleksi lukisan Romawi kuno yang paling banyak, dapat memberikan wawasan tentang kehidupan sehari-hari dan aktivitas penduduk kota.
  • Kota yang kaya: Pompeii adalah kota yang makmur dan merupakan tujuan liburan populer bagi orang-orang kaya Romawi.
  • Pelestarian: Pompeii adalah situs Warisan Dunia UNESCO dan telah menjadi subjek dari berbagai proyek pelestarian dan restorasi untuk memastikan kelangsungan hidupnya bagi generasi mendatang.

Kesimpulan

Pompeii merupakan salah satu kota paling menarik perhatian dunia, karena sempat hilang dan ditemukan kembali pada abad ke-18. Kisah kehancurannya disebabkan oleh Gunung Vesuvius pada tahun 79 Masehi. Melalui penggalian dan penemuan arkeologi yang terus berlanjut, kita terus belajar lebih banyak tentang kehidupan di Roma Kuno. 

Nasib tragis dari negeri ini terus menjadi imajinasi orang-orang di seluruh dunia, meninggalkan jejak yang tak terhapuskan dalam sejarah. Peninggalan dari Kota Pompeii akan terus membuat penasaran dan menginspirasi generasi yang akan datang.

PENUTUP

Nah, itulah penjelasan lengkap tentang artikel berjudul Kota Pompeii: Sejarah, Kehancuran, dan Arstitekstur Romawi Kuno. Semoga bermanfaat dan bisa menambah wawasan sedulur. Purnaning Atur Matur Nuwun #CMIIW #UPGRADEYOURKNOWLEDGE

xclnoob NET

Meet me xclnoob NET, a mere mortal who happens to be a writer and illustrator. I channeled my thoughts and feelings into the words of my writing with passion and a sense of creativity.

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak